Geliat Merah Putih di pertengahan tahun 2013

bendera merah putih
Membangun sebuah negara memang tidak mudah, namun dengan attitude atau akhlak yang baik ternyata jalannya menjadi begitu mulus, meski masih ada kendala. Inilah yang pada masa ini aku lihat, dimana para pemimpin negeri "merah putih" tercinta ini memulai amanah yang dibawanya dengan akhlak. Sederhananya, lihat saja apa yang telah dilakukan oleh pak Dahlan Iskan, Jokowi-ahok, dan juga beberapa pemimpin daerah. Mereka begitu ringan tangan dalam membenahi ketidakberesan, meski kecil adanya. Mulai dari membuka pintu otomatis rusak yang menjadi penyebab kemacetan, hingga mengangkat pasir tuk tanggul banjir dan keluar masuk gorong-gorong.

Sungguh, aku ingin seperti mereka. Memiliki akhlak yang baik, memiliki spontanitas dan logika yang lugas dalam menebar kebaikan. Tidak lagi sungkan, takut dipuji atau bahkan diremehkan. Lakukan saja apa yang baik, terserah orang mau menilai apa. Pikirkan dan eksekusi jalan keluar dari tiap masalah, baru kemudian membuka satu persatu simpul kendala dan persoalan yang datang.

Tentu, perbaikan diri ini tak mudah. Namun, satu hal yang kuyakini sampai detik ini bahwa semua butuh proses. Akan ku mulai membangun karakter pribadi yang mampu bermanfaat bagi orang lain dengan menulis, dengan membuka peluang bagi orang lain, dengan berbagi dan dengan mengambil pelajaran dari kisah-kisah mereka yang luar biasa.

Sungguh, merah putih semakin berkibar!
Berikut adalah info hasil karya merah putih yang kami tuliskan di blog sambalpetis ini untuk dijadikan sebagai sebuah pengalaman dan motivasim, dan ini bukan sekedar karya budaya "bebek goreng" nan lezat, sebagaimana kami posting di kiriman blog sebelumnya, namun lebih dari itu, ini adalah hasil karya bangsa dengan teknologi yang luar biasa, yang biasanya kita impor dari luaran sana. Jika mereka bisa melakukan sesuatu, aku yakin kita juga. Informasi tersebut bersumber dari group Facebook Dahlan Iskan dan juga pengalaman pribadi kami dalam menimba ilmu di dunia Teknologi Geomatika.

Pertama, 30 PLTU "Merah Putih".
PT Boma Bisma Indra (BBI)- sebuah perusahaan yang ku ketahui berada di tanah kelahiranku tercinta, Pasuruan - Jatim, mampu membuat kondensor. Alat yang menjadi bagian sangat penting dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). BUMN yang sekarat karena hutang menggunung itu ternyata tetap melayani pesanan kondensor pabrikan besar di Eropa. Untuk dipasang di PLTU di seluruh dunia.

Ketika kondensor BBI itu disinergikan dengan turbin bikinan PT NTP Bandung, anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia. Generatornya oleh PT Pindad Bandung. Boilernya dibuat PT Barata Surabaya. Dan PT Wika membangun sipilnya. Hasilnya adalah 30 unit PLTU punya PLN di seluruh Indonesia, terutama yang ukurannya 20 MW ke bawah.

Kedua, Pabrik Gula "Merah Putih".
Hampir  semua pabrik gula (PG) BUMN adalah pabrik peninggalan Belanda, termasuk PG Kedawung yang berlokasi di Kedawung, Pasuruan-Jatim. Pantas saja kita menjadi importir gula. Tapi sinergi BUMN menghasilkan "Pabrik Gula Merah Putih”. BUMN akan membangun pabrik gula baru di Glenmore, Banyuwangi. Pabrik baru yang akan menjadi yang terbesar di Jawa itu, 100 persen akan made in Indonesia!

Kalau proyek ini sukses maka revitalisasi pabrik-pabrik gula tua di seluruh Indonesia akan dikerjakan sendiri oleh putra-putra bangsa.

Ketiga, Monorel "Merah Putih"
Monorel berwarna merah putih yang dipamerkan di monas memang buatan INKA Madiun. Tapi sipilnya dikerjakan Adhi Karya, PT LEN dan Telkom untuk sistem elektronik dan komunikasinya. Sayang proyek monorel cibubur-kuningan dan manggarai-bandara soeta masih terganjal ijin sampai hari ini.

Keempat, Solar Cell "Merah Putih"
Negara tropis dengan sinar matahari melimpah ini ternyata tidak mempunyai pabrik solar cell!!!!! Yang ada 8 pabrik perakitan dengan bahan yang diimpor dari cina. Konsorsium BUMN dipimpin PT LEN membuat gebrakan membangun pabrik solar cell pertama. Prototype solar cell 'merah putih " ini dikerjakan oleh Dr Ir Ennya Lestyani Dewi yang sekolah S1 sampai S3-nya di Jepang atas biaya BJ Habibie. Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi tahun 2014.

Kelima, Jasa Layanan Geomatika "Merah Putih"
Tanpa kita sadari, banyak dari pemuda Indonesia merantau dan menimba pengalaman dari luar negeri tentang teknologi geomatika. Bahkan sepengetahuan kami, teknologi yang awalnya hanya bisa diimpor dari berbagai pihak luar, kini sudah bisa mulai digarap oleh bangsa sendiri. Mulai dari survey Lidar Airborne, survey Terrestrial dan kadastral (3D Laser Scan), Survey Bawah Tanah, Survey Laut hingga olah data dan training penggunaannya. Dan potensi ini pun mulai dilirik serta dimanfaatkan oleh berbagai pemerintah daerah, guna memenuhi kebutuhan data geomatika di wilayahnya. Tengok saja PT. Lantabura Asia Teknologi, sebuah perusahaan dimana kami memulai perjalanan geomatika ini, di tahun pertama kiprahnya, sudah menapakkan kaki untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan di luar negeri.

Adakah "Ide" merah putih yang akan sahabat munculkan?, kami tunggu komentar dan sharenya. semoga berkah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »