Terimakasih Ibu

Susana mudik sudah terasa neh. Suasana sungkeman, saling memaafkan juga semakin dekat. Terlebih lagi dengan Ibu kita, seorang yang telah melahirkan kita dengan taruhan nyawa. yuk menengok kembali "rasa rindu kepada Sang Ibu" yang tertanam di lubuk hati kita.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam Bersabda, 'engkau takkan pernah bisa menggantikan semua jerih payahnya bahkan satu rintihan di antara rintihan-rintih annya pada saat melahirkan.Di dunia ini tidak ada yang bisa bekerja keras yang melebihi dari yang dilakukan oleh seorang ibu.' (HR. Muslim).

Membaca kutipan hadits di atas, Mengetuk kembali hati ini yang terkadang lupa akan betapa dahsyatnya perjuangan seorang ibu. Dalam lelahnya, seorang ibu tak segan menemani anaknya yang masih terjaga. Dalam kantuknya, seorang ibu tak kan pernah menolak untuk menyusui anaknya yang sedang dahaga, bahkan dalam sakitnya, seorang ibu seakan lupa dan dengan segera menghampiri anaknya yang membutuhkan pertolongan serta perhatian.

Saya, anda, kita .... tentu tak pernah lupa, bagaimana ibu kita memberikan bagiannya, bahkan seluruh bagian yang ia miliki untuk mendidik kita tentang makna berbagi, untuk mengajarkan kita bagaimana berkorban, serta memberitahukan kepada kita tentang bagaimana Alloh memberikan kekuatan kepada hambanya yang ikhlas.


(Sumber gambar : kompas.com)
Dalam keterbatasannya, pun tanpa sepengetahuan kita. Ibu senantiasa berdoa, melinangkan air mata dengan segenap harap kepada Yang Maha Esa, agar kita , anaknya, senantiasa bahagia, memperoleh hidayah dan sukses dunia akhiratnya.

Perjuangan seorang ibu ini pun demikian semakin terasa, ketika saya memiliki seorang putri untuk pertama kalinya. Dengan segenap sempat dan tenaga, orang tua akan berusaha menjaga siang dan malam, agar sang buah hati nyaman, tumbuh dengan sehat dan tak kalah penting ... ia mulai mengenal Alloh, Rasul dan Kitab-Nya.

Subhanalloh ...., terimakasih ibu yang telah mendidik kami dengan penuh kesabaran, dengan segenap pengorbanan bahkan hingga kami dewasa dan berkeluarga. Terimakasih juga untuk isteri q yang juga melakukan hal yang sama untuk buah hati kami. semoga Alloh meridloi. 

Di akhir catatan sederhana ini, saya berdoa untuk ibu dan seluruh ibu di dunia, serta isteriq tercinta semoga engkau diberikan kesehatan dan pahala yang juga luar biasa. Doakan kami, sebagai seorang anak, seorang suami, seorang ayah untuk bisa mendukung perjuanganmu dengan segenap raga dan jiwa kami. DIberikan bahu yang kuat, diberikan hati yang sabar, diberikan jiwa yang ikhlas serta senantiasa dekat dengan Alloh dan Rasul-Nya dan mengamalkan Quran, hadist dan juga petunjuk para Ulama, sehingga kami semakin maksimal mendampingimu.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
4 Agustus 2013 12.26 delete

Kali ini bisa sungkem dengan bapak ibu setelah tahun kemarin absen :)

Reply
avatar