6Tips nyaman perjalanan menggunakan bus sholawat

Bus sholawat merupakan bus yang disediakan untuk jamaah haji di Makkah almukarromah. Untuk mewujudkan kelancaran, kenyamanan dan keamanan operasional penyelenggaraan ibadah haji. Menghimbau bagi jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Pada saat menggunakan Bus:Antri saat menunggu dan menaiki bus (jangan berdesakan). Jangan memaksakan diri satu rombongan satu bus, atur sedemikian rupa sehingga ada orang yang bisa ngemong/mengawal jamaah dalam kelompok kecil, Yang muda hendaknya membantu yang tua atau lemah, pegangi tangan/bahu mereka, pasang badan di belakang mereka dan kasih tanda untuk menghindarkan dorongan yang membahayakan/berpotensi menjatuhkan ketika di pintu bus, carikan jalan yang lapang menuju bus, lindungi dari dorongan atau desakan pengguna prasarana yang kurang sadar akan bahaya ketika kondisi berdesakan.

2. Untuk menghindari kepadatan, agar jamaah berangkat ke Masjidil Haram lebih awal dan kembali ke Masjidi Haram lebih akhir. Bawa camilan/makanan untuk menjaga kebugaran ketika masa tunggu antrian moda transportasi. Bagikan dan infak kan sekiranya ada yang membutuhkan.

3. Bila keluar gedung hendaknya tidak sendirian. Terutama pada saat awal kedatangan di tanah suci. Ikuti petunjuk petugas, karom (ketua rombongan) atau teman satu rombongan yang berpengalaman, simpan nomor kontak beliau-beliau. Hal ini penting dilakukan, hingga kita tahu jalur pulang balik dari/ke lokasi-lokasi penting di sekitar hotel, seperti jalur tempuh menuju masjidi harom, toko kebutuhan sehari-hari, warung makan, toko oleh-oleh dan sebagainya.

4. Manfaatkan waktu senggang seperti waktu dhuha atau tengah malam ke Masjidil Haram. Saat-saat tersebut adalah waktu longgar, waktu di mana tingkat kepadatan jamaah tidak terlalu tinggi. Baik ketika menggunakan bis sholawat, maupun fasilitas ibadah di masjidil harom seperti tempat thowaf, tempat wudlu atau kamar kecil, tempat sholat yang berhadapan langsung dengan multazam, tempat sai bagi yang menjalankan rukun umroh sunnah dan tempat-tempat di sekitar masjidil harom lainnya.

5. Ketika di terminal Ghazza, Shib Amir, jamarat dan Bab Ali agar memperhatikan warna stiker dan nomor bus. Ikuti rombongan untuk awal keberangkatan dari hotel menuju masjidil harom atau sebaliknya, kemudian hafalkan, jangan ragu-ragu untuk bertanya pada yang lebih paham. Hafalkan juga kata-kata pendek terkait transportasi, seperti 'harom' yang merujuk pada tujuan ke masjidil harom, atau 'nama hotel' yang merujuk pada tempat penginapan,

Kata 'lamma' yang berarti belum, biasanya sopir bus bertanya ketika akan menutup pintu bus.

'stop' ini bukan istilah arab, namun kebanyakan driver bus sholawat paham yang merujuk pada arti perintah bus untuk berhenti ketika sudah sampai di tempat tujuan, selain kata 'stop', kita juga bisa menggunakan bel yang tersedia di dekat masing-masing pintu keluar bus (tinggal tekan) dan jangan lupa 'syukran' atau 'jazakallah khaer' yang berarti ucapan terimakasih untuk sang driver bus. Hal ini perlu dilakukan, karena sikap baik kita, tentu akan berdampak kepada semua jamaah baik langsung maupun tidak langsung.

6. Apabila tersesat jalan, agar merujuk pada halte/sektor terdekat, menghubungi petugas transportasi atau nomor kontak pengaduan (nomor kontak petugas, silahkan cek pada aplikasi haji pintar update terbaru di tahun keberangkatan). Petugas bisa kita temukan di setiap pemberhentian bus, jangan segan untuk bertanya.

Untuk mempermudah petugas atau mukimin membantu anda yang tersesat, biasakanlah untuk memakai gelang haji, awalnya memang kurang nyaman namun hal ini sangat penting, mengingat kita berada di negeri orang yang berbeda bahasa serta budaya.

Tanda tersebut berfungsi sebagai tanda pengenal dan juga identitas lain yang diberikan oleh pihak hotel (biasanya berupa gelang plastik tambahan dan kartu nama) karena di pengenal tersebut terdapat identitas dan alamat hotel serta kontak penanggung jawab dari panitia arab saudi.

Tunjukkan tanda tersebut, jika kita kesulitan untuk mencari jalan arah pulang ( menuju hotel).

Demikian, 6 tips dalam menggunakan fasilitas bus sholawat yang bia kami bagikan di blog ini.

Semoga bapak/ibu sekalian mendapatkan kenyamanan dalam menjalankan ibadah, dimudahkan oleh Allah meraih haji mabrur. Amin.

Silahkan share di grup haji, wa, facebook. Semoga info ini menjadi jalan kami memperoleh ridlo Allah untuk menjaga kemabruran. Amin.

Terimakasih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »