Temukan 15 hal positif yang bisa diraih dalam sakit di sini

Memaknai SAKIT secara positif. Tidak salah memang, ketika sakit kita tidak bisa leluasa beribadah, bekerja, belajar dan melakukan aktifitas keseharian lainnya.

Bahkan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,َ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
(5) Hidupmu sebelum datang matimu.” ( HR.Alhakim )

Sehat merupakan nikmat yang sangat berharga, namun nikmatnya sehat terkadang terlupakan begitu saja. Disinilah Allah memberikan sebuah kesempatan agar hambanya tidak melupakannya, yakni melalui ujian yang dinamakan 'sakit'.

Karenanya, sakit tidak selamanya berdampak pada keterbatasan kita untuk melakukan aktifitas sehari-hari saja, namun juga kesempatan lain terkait dengan proses muhasabah diri dan kesempatan bersama dengan orang-orang terdekat kita, bahkan lebih dari itu, yakni kedekatan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Berikut beberapa sudut pandang lain, sudut pandang positif yang bisa kita gunakan untuk lebih sabar dalam sakit dan syukur dalam sehat kita,

1. Sakit itu "Dzikrullah"

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu "Istighfar"

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa -dosa yang pernah diperbuat sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

3. Sakit itu "Tauhid"

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

4. Sakit itu "Muhasabah"

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung - hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

5. Sakit itu "Jihad"

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

6. Sakit itu "Ilmu"

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu "Nasihat"

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.
Allah cinta dan sayang keduanya.

8. Sakit itu "Silaturrahim"

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membezoek, penuh senyum dan rindu mesra ?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

9. Sakit itu "Penggugur Dosa"

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

10. Sakit itu "Mustajab Do'a"

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doa nya.
Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido'akan.

11. Sakit itu salah satu keadaan yang "Menyulitkan Syaitan"

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

12. Sakit itu membuat "Sedikit tertawa dan banyak menangis"

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

13. Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah"

Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lebih sering,
Bermunajat - Do'a jadi lebih lama.

14. Sakit itu memperbaiki "Akhlak"

Kesombongan terikikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan Tawadhu'.

15. Dan pada akhirnya "SAKIT" membawa kita untuk selalu ingat akan "KEMATIAN"

Semoga bisa menambah rasa syukur dan kedekatan kita pada Allah swt.

Dikutip dari berbagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »